Home » Internasional »
PBB Setuju Bentuk Badan Super Perempuan
Selasa, 15 September 2009 | 13:42 WIB
A A A Dibaca 409 kali

NEW YORK, TRIBUN - Sidang Majelis Umum PBB, Senin, setuju untuk membentuk satu bagian baru yang sangat kuat guna mengonsolidasikan kegiatan badan yang telah ada yang berkaitan dengan urusan perempuan.

Majelis yang memiliki 192 anggota itu mengesahkan dengan konsensus resolusi yang mendukung pembentukan lembaga gabungan baru, yang akan memiliki anggaran substansial. Lembaga baru itu akan dipimpin oleh seorang wakil sekretaris jenderal dan akan melapor secara langsung pada sekjen PBB atas dasar perwakilan geografis dan keseimbangan gender yang adil.

Resolusi itu menugasi sekjen PBB untuk "membuat, bagi pertimbangan Majelis Umum pada sidang ke 64-nya, proposal yang komprehensif yang menentukan pernyataan misi lembaga gabungan itu, pengaturan organisasional, termasuk pemetaan, pembiayaan dan komposisi badan eksekutif organisasi itu untuk mengawasi kegiatan operasionalnya".

Sekarang ini, masalah perempuan dikaitkan secara terpisah dengan beberapa badan PBB, termasuk Dana Pembangunan PBB untuk Perempuan (UNIFEM), Divisi untuk Pemajuan Perempuan (DAW), Kantor Penasehat Khusus mengenai Masalah Gender (OSAGI) dan Institut Riset dan Pelatihan Internasional untuk Kemajuan Perempuan (INSTRAW). Namun tidak ada dari badan-badan itu, dengan pengecualian UNFPA, dianggap oleh kelompok-kelompok perempuan akan menjadi pemain besar.

UNIFEM menyambut baik keputusan majelis itu sebagai satu langkah penting ke arah pembicaraan guna menjembatani jurang dan mengatasi tantangan dalam arsitektur jender PBB yang ada. "Pembentukan satu badan PBB untuk perempuan itu merupakan momen penting bagi kesetaraan jender dan hak-hak perempuan di seluruh dunia," kata Menteri Negara untuk Pembangunan Internasional Inggris Gareth Thomas dalam satu pernyataan.

Thomas menambahkan, "Badan itu akan memiliki suara yang jauh lebih kuat untuk membantu perjuangan bagi hak perempuan, termasuk di banyak negara tempat mereka masih diperlakuan sebagai warga kelas dua. Kerajaan Inggis sekarang telah siap untk menggandakan dananya pada PBB untuk mendukung hak-hak perempuan, yang akan menghasilkan kualitas kehidupan yang lebih baik bagi jutaan perempuan di seluruh dunia yang telah menderita tingkat kekerasan yang mengerikan dan perlakuan buruk, berdasar basis harian."(kcm)

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
TERPAKSA DI TOILET
Galeri Foto
TERPAKSA DI TOILET
more on galeri foto
Selasa, 7 September 2010 | 13:21 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 13:05 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 13:06 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 13:20 WIB
Senin, 6 September 2010 | 12:13 WIB