BANDUNG, TRIBUN - Jalur utama Soreang-Leuwipanjang yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Bandung Jumat (20/11) malam lumpuh total. Jalur sepanjang kurang lebih 25 kilometer ini macet total dari mulai Margahayu hingga terminal Leuwipanjang sekitar 15 kilometer.
Pantauan Tribun, kemacetan ini diakibatkan meluapnya air dari selokan-selokan dan pembuangan air di sepanjang jalur ini. Daerah yang paling parah terendam banjir yaitu di kawasan Lanud Sulaeman hingga Kopo Sayati. Jalur ini direndam air setinggi paha orang dewasa.
Kendaraan khususnya sepeda motor dan mobil-mobil kecil sama sekali tidak dapat melintasi kawasan yang tergenang cileuncang ini. Puluhan sepeda motor dan kendaraan kecil seperti angkot mogok di tengah jalan akibat memaksa menerobos genangan air.
Ratusan sepeda motor dan kendaraan-kendaraan kecil terlihat kembali memutar untuk mencari jalan-jalan alternatif baik yang menuju Bandung ataupun sebaliknya. Hasilnya, beberapa jalan alternatif seperti jalan komplek Cangkuang dan Taman Kopo pun terlihat dipadati kendaraan.
"Dari tadi sore sebelum magrib, memang air sudah mulai tinggi. Namun setelah lewat magrib, jalan sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan. Banyak motor yang terpaksa didorong gara-gara mogok. Sudah dua jam lebih macet seperti ini," ujar Ujang seorang warga di sekitar Lanud Sulaeman, Margahayu, kepada Tribun, Jumat (20/11) malam.
Menurut Ujang semenjak beberapa hari terakhir kawasan tersebut memang seringkali digenangi cileuncang yang keluar dari selokan. Namun menurut dia, baru kali ini banjir besar merendam kawasan tersebut.
Pria berusia 30 tahun ini mengatakan, karena kendaraan terus berdatangan untuk menghindari kemacetan di jalur utama Soreang-Leuwipanjang, akhirnya antrean kendaraan di beberapa jalur alternatif tersebut sama sekali tidak bisa bergerak.
"Wah macetnya parah banget. Tadi saya dari Leuwipanjang sampai sini (Kopo, Red) aja ada sekitar 1,5 jam. Padahal normalnya 15 menit juga nyampe," cetus Adi (27) yang mengaku hendak pulang ke Soreang ini. (xx)
Setau saya yang tinggal di Katapang Soreang dari tahun 1995 s/d sekarang masih mobilitas ke Jl. Ciateul