Home » Metro Bandung »
Soreang-Leuwipanjang Lumpuh Total
Jumat, 20 November 2009 | 21:16 WIB
A A A Dibaca 843 kali
Cileuncang
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Cileuncang – Ilustrasi

BANDUNG, TRIBUN - Jalur utama Soreang-Leuwipanjang yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Bandung Jumat (20/11) malam lumpuh total. Jalur sepanjang kurang lebih 25 kilometer ini macet total dari mulai Margahayu hingga terminal Leuwipanjang sekitar 15 kilometer.

Pantauan Tribun, kemacetan ini diakibatkan meluapnya air dari selokan-selokan dan pembuangan air di sepanjang jalur ini. Daerah yang paling parah terendam banjir yaitu di kawasan Lanud Sulaeman hingga Kopo Sayati. Jalur ini direndam air setinggi paha orang dewasa.

Kendaraan khususnya sepeda motor dan mobil-mobil kecil sama sekali tidak dapat melintasi kawasan yang tergenang cileuncang ini. Puluhan sepeda motor dan kendaraan kecil seperti angkot mogok di tengah jalan akibat memaksa menerobos genangan air.

Ratusan sepeda motor dan kendaraan-kendaraan kecil terlihat kembali memutar untuk mencari jalan-jalan alternatif baik yang menuju Bandung ataupun sebaliknya. Hasilnya, beberapa jalan alternatif seperti jalan komplek Cangkuang dan Taman Kopo pun terlihat dipadati kendaraan.

"Dari tadi sore sebelum magrib, memang air sudah mulai tinggi. Namun setelah lewat magrib, jalan sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan. Banyak motor yang terpaksa didorong gara-gara mogok. Sudah dua jam lebih macet seperti ini," ujar Ujang seorang warga di sekitar Lanud Sulaeman, Margahayu, kepada Tribun, Jumat (20/11) malam.

Menurut Ujang semenjak beberapa hari terakhir kawasan tersebut memang seringkali digenangi cileuncang yang keluar dari selokan. Namun menurut dia, baru kali ini banjir besar merendam kawasan tersebut.

Pria berusia 30 tahun ini mengatakan, karena kendaraan terus berdatangan untuk menghindari kemacetan di jalur utama Soreang-Leuwipanjang, akhirnya antrean kendaraan di beberapa jalur alternatif tersebut sama sekali tidak bisa bergerak.

"Wah macetnya parah banget. Tadi saya dari Leuwipanjang sampai sini (Kopo, Red) aja ada sekitar 1,5 jam. Padahal normalnya 15 menit juga nyampe," cetus Adi (27) yang mengaku hendak pulang ke Soreang ini. (xx)

Editor :
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Setau saya yang tinggal di Katapang Soreang dari tahun 1995 s/d sekarang masih mobilitas ke Jl. Ciateul

Komentar Oleh: dikki | Rabu, 25 November 2009 | 07:47 WIB

Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
MEMBAHAYAKAN
Galeri Foto
MEMBAHAYAKAN
more on galeri foto
Kamis, 2 September 2010 | 19:21 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:14 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 18:21 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 18:19 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 18:17 WIB