JAKARTA, TRIBUN - Indonesia hanya bisa gigit jari menghadapi turnamen bulu tangkis China Terbuka Super Series. Pasukan Merah-putih harus pulang dari kejuaraan tersebut dengan kepala tertunduk lesu karena tak satu pun gelar juara yang bisa diraih.
Lebih tragis lagi, para punggawa Tanah Air hanya bisa bertahan sampai babak perempat final. Hasil tersebut menjadi sebuah prestasi terburuk sepanjang tahun 2009, karena selama ini Indonesia bisa membawa pulang minimal satu gelar, ataupun mampu menempatkan wakilnya di partai puncak dalam sebuah turnamen yang diikuti.
Kehancuran Indonesia di turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini terjadi setelah Simon Santoso bertekuk lutut dari pemain nomor satu Cina, Lin Dan, di babak delapan besar, Jumat (20/11). Pada pertandingan di Pudong Yuanshen Sport Center, Shanghai, Simon yang merupakan unggulan ketujuh, menyerah dua set langsung 12-21, 12-21, dalam duel yang berdurasi 37 menit.
Dengan demikian, habislah wakil Indonesia yang bermain di Cina Terbuka ini. Pasalnya, dua rekan lainnya dari Pelatnas Cipayung, yang menjejakkan kaki di perempat final, juga rontok di tangan pemain-pemain tuan rumah.
Ganda campuran yang baru dipasangkan, Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir, menyerah 14-21, 21-14, 14-21, dalam pertarungan alot selama 58 menit dari Zhang Nan/Zhao Yunlei. Tunggal putra unggulan kedelapan, Sony Dwi Kuncoro, yang sudah mengerahkan seluruh kekuatannya, juga harus mengakui kehebatan Chen Jin. Dalam pertarungan selama 1 jam 14 menit, Sony menyerah 21-16, 15-21, 21-12 dari unggulan keempat tersebut.
Hasil tersebut membuat Cina berpotensi menciptakan all-Chinese final di sektor tunggal putra meskipun dua pemain andalannya tersebut masih harus melewati satu rintangan lagi. Di semifinal besok, Chen Jin bertemu pemain non-unggulan dari Denmark, Jan O Jorgensen, yang lolos setelah menang 21-11, 21-19 atas pemain Thailand Boonsak Ponsana, sedangkan Lin Dan menghadapi unggulan keenam dari Korea Selatan Park Sung Hwan, yang menang rubber set 23-21, 18-21, 21-14 atas pemain China Du Pengyu.
Duel Lin Dan vs Simon berlangsung berat sebelah. Di set pertama, Lin Dan dengan cepat melaju karena peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini langsung membuka pertandingan dengan keunggulan 4-0, dan terus menjauh hingga 15-4.
Simon sempat menghambat perolehan poin Lin Dan, dan memangkas ketinggalannya menjadi 11-16. Tetapi setelah itu, Lin Dan yang bulan lalu menjadi juara di Perancis Terbuka setelah menaklukkan tunggal putra Indonesia Taufik Hidayat, kembali menjauh hingga menang 21-12.
Di awal set kedua, Simon sempat menguak harapan untuk membalas kekalahan karena juara Denmark Terbuka bulan lalu ini bisa mengimbangi permainan Lin Dan. Sudah tertinggal 5-10, Simon bisa mengunci Lin Dan di angka tersebut dan menyamakan skor menjadi 10-10.
Usai jeda, Simon bisa menambah angka untuk membuat kedudukan menjadi 11-11. Tetapi setelah itu, Lin Dan yang bulan Agustus lalu membuat rekor tiga kali berturut-turut menjadi jawara Kejuaraan Dunia, menyapu 10 poin tersisa untuk menang 21-12 dan maju ke babak empat besar. (Kompas.com)