BANDUNG, TRIBUN-Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) langsung menggelar syukuran setelah Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk menolak gugatan pemerintah soal Ujian Nasional (UN). Dengan putusan MA ini, pemerintah dilarang kembali menyelenggarakan UN. Syukuran digelar FGII di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung.
Sekjen FGII, Iwan Hermawan, mengatakan ada tiga opsi sebenarnya yang mereka sarankan untuk pemerintah terkait UN ini. Pertama, meminta pemerintah memperbaiki sistem pendidikan nasional secara mendasar dan komprehensif, meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan serta akses informasi yang lengkap sebelum membuat kebijakan UN, dan ketigamerevisi peraturan pemerintah tentang standar nasional pendidikan.
Pada syukuran bersama FGII tadi, hadir sejumlah kepala sekolah, para siswa danperwakilan orang tua siswa.
"Syukuran ini kami gelar, sekaligus untuk memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada bulan ini," kata Iwan. (ww)
Emang kenapa gak ada UAN?
Sebenarnya permasalahan utama yang perlu kita pahami dan cermati ; 1. Bagaimana dari sedini mungkin kita mempersiapkan anak-anak didik kita menghadapi UN tersebut, Saya fikir jika memang sudah siap SIAPA takut dengan UN, tapi jika belum siap maka timbul pertanyaan KEMANA saja selama ini. 2. UN Memang perlu diadakan agar pemerataan pendidikan Indonesia itu berjalan,, 3. Siapa yang belim siap dengan UN itu artinya Ia telah menghianati KOnstitusi RI Terima kAsih.
Saya mendukung, kalau mau di standarkan lihat dulu kondisi sekolah di daerah berapa % sekolah yang sudah memenuhi syarat untuk standar nasional.
Setelah bertahun-tahun dikritik, akhirnya datang juga keputusan yang menyejukkan hati guru, siswa, dan wali murid.
MEMANGNYA BENERAN NEH DAH GADA UAN????