SUNDA dan Kabayan. Dua nama itu sepertinya sulit dipisahkan. Sebagai pemuda yang terlahir di tanah Pasundan, sosok Kabayan selalu diidentikkan dengan orang Sunda. Nama itu pula yang dipilih pengelola objek wisata Sari Ater Subang untuk tempat makan khas Sunda, Kampung Kabayan.
Karena ingin menonjolkan ke-Sundaan, semua ornamen dan pernak-pernik yang berada di Kampung Kabayan dibuat menyerupai perkampungan Sunda. Ada rumah panggung terbuat dari bilik, lengkap dengan interior khas Sunda seperti perkakas dapur dari tanah liat, alat memasak tradisional, dan juga kamar mandi dengan sumur terbuka di luar rumah.
"Kami di sini sengaja ingin menonjolkan kekhasan kehidupan masyarakat Sunda. Bangunan dibuat mirip, dengan lingkungan yang juga mendukung. Ada kebun dan sejumlah hewan ternak di kandang belakang," ujar Public Relation Manager Sari Ater, M Hidayat Tasrif.
Rumah panggung yang sejatinya berfungsi sebagai etalase untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Sunda, juga berfungsi sebagai rumah makan. Ruang tengah di rumah panggung mini tersebut bisa dimanfaatkan untuk makan bersama. Di rumah panggung ini dilengkapi ruang tamu, ruang tengah, dapur dan kamar mandi.
Pengunjung bisa mencicipi sejumlah hidangan khas Sunda di rumah panggung. Tentu saja, sambil memandangi kolam ikan dan sejumlah saung di pinggir kolam.
Kolam ikan yang berada di tengah kawasan Kampung Kabayan, bisa dimanfaatkan untuk memancing. Ikannya pun beragam, ada ikan mas, nila, gurame dan bawal. Bagi yang berminat, tinggal memancing sesuka hati.
Bukan hanya ruang tengah yang bisa dimanfaatkan untuk makan. Koleksi pakaian yang ada di dalam lemari juga bisa dipinjam pengunjung. Tentu saja, tidak untuk dibawa pulang, melainkan cukup dicoba di tempat.
"Pernah ada wisatawan asing yang mencoba bergaya ala orang Sunda. Memakai pakaian ini dan bergaya seperti orang Sunda. Lucu sekali dan mereka terlihat sangat senang," papar Hidayat.
Bagi Anda yang merindukan kehidupan ala perkampungan Sunda, Kampung Kabayan bisa menjadi alternatif pilihan. (ww)
Ada Leuit dan Pangsi
DI rumah panggung berukuran mini tersebut juga dilengkapi leuit (lumbung) tempat menyimpan hasil panen, lesung, ayakan besar untuk menjemur makanan, dan saung kecil untuk menyimpan alat pertanian.
Untuk memperkuat kesan Sunda, di saung tersebut, sosok Iteung dan Kabayan dari boneka plastik turut diperlihatkan.
Tak ketinggalan, halaman belakang yang cukup luas, bahkan melebihi luas bangunan rumah panggung, dilengkapi kandang sejumlah hewan peliharaan. Seperti entog, bebek, ayam, kambing dan kelinci. Semua didesain seperti halnya rumah tinggal sungguhan masyarakat Sunda.
Untuk lebih memperkenalkan gambaran masyarakat Sunda kepada pengunjung, pengelola Kampung Kabayan juga melengkapi interior rumah dengan lemari pakaian. Bentuknya pun benar-benar tradisional, terbuat dari potongan bambu yang disusun sedemikian rupa, membentuk lemari. Isinya? Tentu saja kain batik dan kebaya untuk perempuan, dan baju pangsi untuk kaum laki-laki. (ww)