Home » Internasional »
TKI Disembelih di Malaysia
Rabu, 27 Januari 2010 | 09:46 WIB
A A A Dibaca 316 kali
ilustrasi kriminalitas
Juragan Bubur Manado Tewas di Rumah
ilustrasi kriminalitas – Ilustrasi

KUALA LUMPUR, TRIBUN - Seorang tenaga kerja Indonesia asal Jawa Timur ditemukan meninggal dunia dengan leher hampir putus bekas disembelih senjata tajam di Malaysia.

Korban ditemukan tak lagi bernyawa oleh adik kandungnya di kawasan proyek pembangunan perumahan Bandar Sri Damansara, Selangor, Selasa (26/1/2010) pagi lalu.

Saat mau bekerja pada pagi itu sekitar pukul 09.00, Tamaji Ali (31) yang juga seorang TKI asal Jawa Timur, melihat ceceran atau lumuran darah di kawasan proyek pembangunan perumahan tersebut.

Awalnya dia menduga ada binatang yang mati, tapi setelah ceceran darah itu ditelusuri, Tamaji Ali menemukan abangnya Mohd Said Ali (34) dalam keadaan tergeletak dan tak lagi bernyawa dengan bagian leher yang hampir putus, demikian Berita Harian, Rabu (27/1/2010).

Kepala polisi Petaling Jaya, Arjunaidi Mohamed mengatakan, sedang mengejar pelaku yang diduga teman korban yang diketahui menghilang sejak kejadian tersebut.
Polisi menduga kejadian tersebut berlatar belakang dendam. Selain itu dicurigai juga kemungkinan adanya perselisihan antaretnis, yakni antara masyarakat Jawa dengan Madura.

Di bedeng tempat tinggal mereka, polisi Malaysia menemukan sejumlah dokumen termasuk paspor milik orang yang diduga pelaku. Orang tersebut tidak sempat membawa dokumen yang dilimiki saat berupaya melarikan diri. Petugas memperkirakan pelaku masih bersembunyi tidak jauh lokasi pembunuhan.(kompas.com)

 

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
TUKAR RANTANG
Galeri Foto
TUKAR RANTANG
more on galeri foto
Selasa, 7 September 2010 | 14:03 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 13:57 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 13:55 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 13:26 WIB
Selasa, 7 September 2010 | 13:21 WIB