SETELAH studi ke Singapura, rombongan beranjak ke
Taufik langsung menuju kantor MIDA (Malaysian Industrial Development Autority) di lantai 3 dan langsung disambut Mohd Hashim Abdul Ghani, Director Cross Border Investment Promotion Division, didampingi Hazli Jemaat, Deputy Director Cross Border Investment Promotion Divison. Pertemuan berlangsung sangat akrab, apalagi sambutan dengan menggunakan bahasa Melayu.
"Saye akan menyampaikan dengan bahasa Melayu saje," kata Hashim, disambut senyuman dan anggukan rombongan dari
Menurut Hashim, MIDA merupakan agen pemerintah yang bertanggung jawab untuk riset, perencanaan, promosi potensi investasi pemerintah
Guna meningkatkan investasi di Malaysia, MIDA juga membuka perwakilan di luar Malaysia, di Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika Serikat. "Kami berusaha terus menawarkan dan mempromosikan potensi
Bila melihat tren investasi di Malaysia, menurut Hashim, pada 1970 terbanyak bidang jasa 42,6 persen, disusul bidang pertanian 33,6 persen. Pada 2008 bidang jasa lebih dominan dengan menududuki urutan pertama sebesar 54,3 persen, disusul manufacturing 29,6 persen, sedangkan pertanian Turín tingla 7,5 persen, pertambangan 8,4 persen, konstruksi 3 persen.
Taufik menanyakan pola promosi yang dilakukan MIDA ke negara investor sehingga begitu antusias berinvestasi di
Hanya saja, lanjut Hashim, MIDA langsung berada di bawah pemerintah pusat. Hashim justru salut dengan langkah Pemerintah Kota Bandung yang menggagas promosi investasi langsung ke
Popy Rufaidah, B.Com (Hon), MBA, Ph.D, dosen Universitas Padjadjaran yang juga Wakil Ketua Dewan Pengembang Ekonomi Kota Bandung, menanyakan, apakah negara bagian Malaysia juga diberi kewenangan untuk mempromosikan potensi investasi langsung ke luar negeri. Hashim menjawab, negara bagian
Pertemuan diakhiri dengan saling tukar cendera mata, dari Pemerintah
Tatang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang dengan gigih melakukan promosi investasi ke
"Sebaiknya hati?hati dan koordinasi dengan kami, biar kami melakukan verifikasi, siapa dan berapa modalnya dan yang lebih penting ada duitnya apa enggak," katanya.
Diskusi berlangsung cukup serius, tapi sesekali diselingi humor, dan diakhiri makan siang bersama. Sepulang dari Kedutaan Besar RI di Malaysia, Taufik mohon diri untuk balik ke