HARUSKAH penumang pesawat yang berbobot ekstra dikenai tarif tambahan bila mereka memerlukan kursi ekstra? Lebih dari 76 persen pelancong menjawab perlu. Ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh situs travel skyscanner.
Survei tersebut dilakukan berkaitan dengan ramainya debat setelah maskapai Air France mengumumkan rencananya untuk memberikan tarif tambahan bagi para penumpang yang tidak muat duduk di satu bangku penumpang dan memerlukan extra seat. Sejak tahun 2005 maskapai ini menawarkan penumpangnya yang gemuk untuk membeli dua kursi dengan diskon 25 persen.
Pemilik situs skyscanner, Barry Smith mengatakan "pajak gemuk" adalah hal yang sensitif untuk pihak maskapai penerbangan yang ingin memperhatikan penumpangnya tanpa terkesan membedakan penumpang yang gemuk.
"Di satu sisi adalah hal yang wajar jika pihak maskapai ingin mengenakan tarif ekstra bagi penumpang yang menghabiskan dua tempat duduk. Namun di sisi lain, banyak yang berpendapat sudah tanggung jawab pihak maskapai untuk membuat tempat duduk yang nyaman dan sesuai dengan berbagai bentuk tubuh penumpang," kata Smith.
Sebagian besar responden survei mengatakan pihak maskapai seharusnya membuat tempat duduk yang bisa mangakomodir seluruh bentuk dan ukuran penumpang. Sementara itu sebagian lain berpendapat tarif tambahan itu harus dihitung berdasar berat badan penumpang plus bagasinya.
Di Amerika Serikat, Southwest Airlines dan United Airlines memiliki peraturan bagi penumpang yang kegemukan untuk membeli dua kursi dan boleh melakukan klaim pengembalian uang bila ternyata pesawat kosong. Sedangkan di Kanada Pengadilan Tinggi negara tersebut mengeluarkan peraturan yang menyebutkan orang gemuk dan orang cacat yang bepergian dengan pesawat tidak boleh dipaksa membeli dua kursi.(kompas.com)