"Pelaku pasar melepas dollar untuk mencari untung setelah hari sebelumnya menguat hingga di atas Rp 9.400 per dollar AS, meski saham-saham Wall Street melemah," kata analis valas, Rully Nova di Jakarta, Selasa.
Nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp 9.385-Rp 9.395 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.408-Rp 9.418 per dollar AS atau naik 23 poin.
Menurut dia, apabila saham-saham Wall Street melemah, maka dollar AS di pasar bergerak naik yang biasanya akan menekan rupiah namun hal itu tidak terjadi, karena pelaku pasar hanya fokus melepas dollar AS untuk mencari untung. "Kenaikan rupiah diperkirakan hanya sementara saja, karena sentimen negatif pasar masih cukup besar,” katanya.(kompas.com)