Home » Nasional »
PPATK Bantah Data LSM Bendera
Selasa, 9 Februari 2010 | 18:50 WIB
A A A Dibaca 218 kali

JAKARTA, TRIBUN - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantah data yang pernah disampaikan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Bendera, terkait dugaan aliran dana bailout Bank Century Rp 6,7 triliun ke para tim sukses, SBY-Boediono. Termasuk, dugaan adanya aliran yang masuk ke putra Presiden SBY, Edi Baskoro, KPU dan yan lain.

Berdasarkan penelusuran aliran dana dan hasil konfirmasi dari sekitar 112 bank umum, tidak teridentifikasi adanya aliran dana kepada pihak-pihak sebagaimana yang disebutkan dalam siaran pers LSM Bendera," ujar Ketua PPATK, Yunus Husein saat penjelasannya di depan Pansus Angket Kasus Bank Century DPR, Selasa, (9/2).

Dalam kesimpulan PPATK yang dibacakan Yunus Husein, sesuai dengan ruang lingkup penelusuran aliran dana dari Bank Century yang dilakukan PPATK, penerima aliran dana Bank Century adalah nasabah yang tercatat dengan nasabah tersebut.

"PPATK tidak menemukan indikasi adanya aliran dana dari Bank Century kepada pihak-pihak lain sebagaimana yang disebutkan oleh LSM Bendera," kata Yunus.

Yunus kemudian mengungkapkan pernah menemui langsung Hatta Radjasa yang pada pilpres lalu menjadi ketua tim sukses pasangan capres-cawapres SBY-Boediono pada pilpres lalu. Saat pertemuan itu, Yunus mengaku meminta ijin untuk memeriksa rekening yang dimiliki Hatta Radjasa.

"Saya bilang, Pak (Hatta Radjasa), boleh ngga saya meminta kuasa untuk membuka rekening bapak, anak istri bapak untuk menjawab tuduhan (Bendera) yang disampaikan," kata Yunus seraya menyatakan Hatta menyetujuinya.

Namun, rencana itu tidak dilakukan karena ada yang keberatan. Akhirnya PPATK menempuh jalan lain dengan membuat surat secara tertulis kepada 112 bank terkait dengan Bank Century. Dalam jawaban bank, Yunus menjelaskan, tidak ada transaksi dana yang dimaksud dari data milik LSM Bendera.

Jawaban Yunus Husein, ternyata tidak membuat puas Bambang Soesatyo, salah seorang anggota pansus dari Fraksi Partai Golkar. Bambang mengatakan, sebenarnya banyak modus perbankan yang bisa dilakukan.

Bambang bertanya kepada Ketua PPATK Yunus Husein. Apakah pernah meminta  rekening-rekening pribadi nama-nama yang disebutkan, yang berhubungan khusus dan istimewa, rekening yayasan atau perusahaan yang dimiliki oleh nama yang disebutkan itu, apakah periode 24 November 2008 hingga Juli 2009.

"Apalah ada lonjakan-lonjakan penerimaan yang tidak wajar dalam rekening mereka itu," tanya Bambang.

Yunus Husein kemudian menjawab, tidak ada aliran dana yang dimaksud ke nama-nama yang disebutkan oleh LSM Bendera.

Dalam kesimpulan PPATK kemudian dijelaskan berdasar hasil uji petik 11 nasabah, hasil penelusuran aliran dan dana RTGS (transaksi outgoing) Bank Century sampai dengan layer ketiga menunjukkan, aliran dana dari nasabah Bank Century masih ditempatkan pada rekening atas nama yang sama.

Dan atau dipindahkan ke rekening lain yang masih memiliki hubungan keluarga, termasuk dipindahkan ke rekening lain yang masih memiliki hubungan bisnis pekerjaan. Dana deposan besar yang ditarik, sudah ada di Bank Century sebelum periode SSU (special survellence units).  (Persda Network/yat)

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
MEMBAHAYAKAN
Galeri Foto
MEMBAHAYAKAN
more on galeri foto
Kamis, 2 September 2010 | 19:34 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:33 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:26 WIB
Rabu, 1 September 2010 | 23:03 WIB