Home » Nasional »
PPATK Curigai Rekening Anggota DPR
Selasa, 9 Februari 2010 | 19:02 WIB
A A A Dibaca 274 kali

JAKARTA, TRIBUN - Dalam paparan yang disampaikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terungkap, intitusi lembaga negara ini mencurigai rekening milik salah seorang anggota DPR. 

Selain itu, juga terungkap salah satu nama berinisial MT seperti dikatakan oleh salah seorang anggota pansus dari PKS, Andi Rahmat, melakukan transaksi mencurigakan berdasar laporan PPTAK. Ketua PPATK Yunus Husein dalam kesimpulan yang disampaikan di depan Pansus Angket Kasus Bank Century DPR, Selasa (9/2), juga mengungkapkan beberapa nama yang mirip dengan tokoh partai politik  yang dicurigai terkait aliran dana bailout Rp 6,7 trilyun.

"Terdapat beberapa pihak penerima dana dari nasabah Bank Century yang namanya sama dengan pejabat maupun tokoh partai politik. Namun hasil penelitian dan hasil klarifikasi dengan bank menunjukkan profil penerima nama berbeda dengan profil pejabat negara dan tokoh parpol," Yunus memaparkan.

Dalam kesimpulan selanjutnya, Yunus kemudian mengungkap nama salah seorang anggota DPR yang rekeningnya mencurigakan.

"Selain itu terdapat indikasi transaksi keuangan mencurigakan atas nama salah satu nasabah Bank Century yang diduga merupakan tokoh partai politik dan anggota DPR RI. Saat ini PPATK tengah melakukan penelitian lebih lanjut atas indikasi transaksi keuangan mencurigakan tersebut," urai Yunus.

Namun, saat diminta diungkap siapa nama anggota DPR yang dimaksud, Yunus Husein tidak bersedia menjelaskan. Pihaknya bersedia membeberkan selurun nama-nama nasabah Bank Century asalkan dilakukan secara tertutup. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan Andi Rahmat yang meminta PPATK untuk mengungkap profil berinisial MT yang menurutnya  melakukan transaksi mencurigakan.

Kepada para wartawan, anggota pansus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzi, biasa disapa Rommy mengaku, pansus sudah memiliki data-data terkait MT. Dijelaskan, MT mengirimkan dana secara simultan ke sejumlah rekening ke berbagai daerah.

"Waktu pengiriman dana dilakukan antara bulan Februari dan Juli 2009. Nah, di bulan Februari hingga Juli ini koinsidensi dengan masa pemilu. Jumlahnya Rp 13 miliar. Ini baru indikasi, MT adalah salah satu yang akan ditelusuri. Transaksi keuangan yang dilakukan MT dianggap mencurigakan karena dana yang dikirimkan dalam jumlah besar," paparnya.

"Apalagi pengiriman dana yang dikirmkan, yang dicatat PPATK, setelah pengucuran PMS ke 4. Di mana kita tahu, secara politik saat itu sedang bersinggungan masa-masa pemilu. Kalau tidak salah MT melakukan 26 kali melakukan pengiriman secara simultan ke sekian daerah," ungkapnya lagi.

Sementara terkait adanya indikasi anggota DPR yang melakukan transaksi mencurigakan, Rommy mengaku, hal ini  merupakan temuan baru. Ia menyatakan belum jelas, apakah anggota DPR yang dimaksud adalah EM atau bukan. EM adalah anggota DPR  yang namanya pernah disebut-sebut menerima aliran dana Bank Century. (Persda Network/yat)

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
MEMBAHAYAKAN
Galeri Foto
MEMBAHAYAKAN
more on galeri foto
Kamis, 2 September 2010 | 19:34 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:33 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:26 WIB
Rabu, 1 September 2010 | 23:03 WIB