Home » Ekonomi » Tribun Biz »
Batik Indonesia Bidik Timteng dan Afrika
Selasa, 9 Februari 2010 | 19:16 WIB
A A A Dibaca 622 kali
batik
Tribun Jabar/Ida Romlah
batik –

CIREBON, TRIBUN - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, batik karya para perajin Indonesia tidak hanya diminati oleh masyarakat Indonesai sendiri, namun luar negeri juga. Sebut saja Afrika, warga negaranya banyak yang mengenakan pakaian batik Indonesia. Karena itu, untuk 2010 ini, pemerintah akan membidik Afrika dan Timur Tengah (Timteng) sebagai negara tujuan ekspor terbesar batik.

"Selama ini tujuan ekspor (batik) kita adalah Amerika, Eropa dan negara Timur Tengah. Namun setelah diamati ternyata banyak juga warga negara Afrika yang juga memakai batik Indonesia. Mungkin mereka dapat batik itu dari Timur Tengah," ujar Mari Elka di sela-sela meninjau pameran batik di Gedung Negara Kota Cirebon, Selasa (9/2).

Menurutnya, permintaan batik Indonesia di Timteng tergolong tinggi. Malah saat krisis global pada akhir 2008 lalu, permintaan batik untuk Timteng masih tetap tinggi. Hal ini berbeda dengan di Amerika dan Eropa, di mana ekspor Indonesia menjadi menurun. "Bahkan nilai ekspor 2009 juga menurun karena terpengaruh Amerika dan Eropa," kata Mari Elka.

Disebutkan, nilai ekspor batik Indonesia pada tahun 2008 mencapai 32 juta dolar, sedangkan Januari sampai November 2009 nilainya turun menjadi hanya 17 juta dolar. Untuk 2010 ini, Kementrian Perdagangan menargetkan nilai ekspor batik Indonesia kembali ke level 30-an juta dolar. (ww)
 

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
MEMBAHAYAKAN
Galeri Foto
MEMBAHAYAKAN
more on galeri foto
Kamis, 2 September 2010 | 19:32 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 11:17 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 11:02 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 11:19 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 11:17 WIB