CIREBON, TRIBUN - Ada saja cara yang dilakukan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik saat menghadiri acara silaturahmi Ibu Negara bersama perajin batik Jawa Barat, Selasa (9/2). Seolah berbangga hati telah menerima warisan batik, pria berkacamata ini tidak henti-hentinya mempromosikan batik kepada anggota rombongan Ibu Negara.
Dia pun mengajak rombongan yang terdiri dari istri menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, menteri, istri perwakilan kedutaan besar sejumlah negara, serta pengurus asosiasi kerajinan di Indonesia itu untuk berbelanja batik sebanyak-banyaknya di Cirebon. Rombongan yang berjumlah 300 orang itu pun diminta untuk membelanjakan uang sebanyak-banyaknya.
"Saya baru merasakan perjalanan wisata yang paling heboh hari ini. Bayangkan, lima gerbong kereta mengangkut kami semua dari Jakarta ke Cirebon. Awas saja ya kalau tidak melakukan apa-apa di Cirebon," ujarnya sesaat sebelum mengakhiri sambutan. Lalu Jero Wacik pun berujar, "Saya minta rombongan memborong batik yang ditemui," imbuhnya.
Membeli batik, menurut Jero Wacik adalah cara untuk menghidupkan para perajin batik di Indonesia. Apalagi kreativitas dan karya para perajin batik di Indonesia ini tergolong luar biasa. Hal ini terlihat dari banyaknya produksi batik mereka, namun tetap tidak pernah sama motifnya.
"Lihat saja rombongan hari ini, semuanya pakai batik. Namun tidak ada satupun di antara rombongan yang memakai batik bermotif sama," katanya. (ww)