Home » Nasional »
Soal Century, Adik Kandung Gus Dur Kecewa Sikap PKB
Selasa, 9 Februari 2010 | 22:10 WIB
A A A Dibaca 267 kali

JAKARTA, TRIBUN - Adik kandung almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Lily Wahid mengaku kecewa dengan sikap Fraksi PKB, terkait pandangan awal skandal bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Lily yang juga anggota fraksi PKB sekaligus anggota tim 9 inisiator angket Bank Century menyatakan sikap fraksinya sangat aneh.

"Saya menentukan sikap terkait laporan awal PKB karena saya mewakili konstituen PKB, saya tidak bisa mengkhianati konstituen saya. Saya tidak sepakat dengan pendirian fraksi PKB bahwa masalah Bank Century ini tidak ada masalah apa-apa. Wajar saja bailout dan sebagainya, saya tidak bisa terima," kata Lily Wahid kepada para wartawan, Selasa (9/2).

Ia menyatakan sikap fraksinya adalah sebuah keanehan yang menyatakan dalam pandangan awal kasus ini, Senin (8/2) kemarin, bailout tidak melanggar hukum.

"Padahal sudah jelas fakta-faktanya bahwa ada pelanggaran hukum pada penentuan bailout.  Dan BPK adalah auditor akuntansi tertinggi di negeri ini. Jadi kalau sudah dikatakan oleh BPK, bagi saya itu indikasi pelanggaran dan bagi saya koalisi adalah sebuah kesepakatan yang bisa berakhir pada saat ada indikasi pelanggaran hukum," tegasnya.

Lily kemudian menghimbau kepada konstituen, bahwa masih ada anggota fraksi PKB yang nuraninya masih berjalan dan sama dengan sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Kepada fraksi, lakukanlah fungsi kritik dan kontrol itu sebaik mungkin karena kita diamanahi oleh konstituen kita, tanggung jawab kita kepada konstituen dan Allah. Baru sekali ini saya melihat PKB sebegini jeleknya, tidak punya pendirian, ada sih tapi mengikuti penguasa. Tapi sangat melukai hati konstituen," ungkapnya.

"Saya berharap pada konstituen agar sabar bahwa, yang benar itu benar, yang salah itu salah.  Yang saya bayangkan, lima tahun ke depan, orang akan lari semua dari PKB karena aspirasi rakyat tidak didengar oleh PKB. Jangan dianggap enteng ini," tegasnya.  (persda network/yat)

Editor :
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Koalisi bukan untuk menghianati rakyat. Saya mendukung kasus Bank Century di buka sejelas-jelasnya. Di Indonesia tidak ada yang kebal hukum, tapi masih banyak mafia hukum dan orang yang mempermainkan hukum, yang harus diberantas. Jangan sampai atas nama politik dan kekuasaan, hukum dicampakkan. Termasuk diusut penerapan stndar ganda oleh BI terhadap Indofer dan Century. Partai yang mendukung pengkhinatan pada rakyat 2014 akan ditinggalkan konstituen.

Komentar Oleh: sukanto | Rabu, 10 Februari 2010 | 08:49 WIB

Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
MEMBAHAYAKAN
Galeri Foto
MEMBAHAYAKAN
more on galeri foto
Kamis, 2 September 2010 | 19:34 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:33 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:26 WIB
Rabu, 1 September 2010 | 23:03 WIB