Home » Opini » Suluh »
Mendidik Seperti Rasulullah
Atep Hasan Sukarna
Sabtu, 27 Februari 2010 | 21:21 WIB
A A A Dibaca 1730 kali
ATEP HASAN SUKARNA
dokumentasi
ATEP HASAN SUKARNA – ATEP HASAN SUKARNA, Guru TK Al-Furqan, Pacet Kabupaten Bandung

''SESUNGGUHNYA telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.'' (QS Al Ahzab:21).

Mengkaji perjalanan hidup Rasulullah Saw bagaikan mengarungi lautan yang tak bertepi karena sangat luas, sangat kaya, dan sangat mencerahkan. Bahkan, Michael Hart, seorang penulis Barat, dalam bukunya, The 100 Ranking of The Most Influential Persons in History, dengan sangat objektif menempatkan Rasulullah Saw sebagai orang paling berpengaruh dalam sejarah.

"Saya berpegang pada keyakinan saya, dialah satu satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi,'' tulis Michael Hart. Keluasan suri teladan Muhammad Saw mencakup semua aspek hidup dan kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan.

Keberhasilan dalam pendidikan tidak terlepas dari sebuah sistem atau metode yang digunakan. Pemilihan metode yang tepat akan membawa kepada keberhasilan dalam mendidik. Begitu juga sebaliknya. Pandangan ini juga benar benar dipegang oleh Nabi Muhammad Saw. Ada beberapa hal yang dapat kita teladani dari Rasulullah Saw dalam mendidik, yaitu lemah lembut, selalu memberi pujian serta motivasi, bertahap dan memperhatikan kondisi, dan memperpendek kesenjangan antara guru dan murid.

Nabi menjadikan sifat lemah lembut sebagai salah satu faktor keberhasilan dalam pendidikan. Sifat lemah lembut lebih diperlukan lagi pada saat terjadi kesalahan yang tidak disengaja. Kadang, ketika seseorang berbuat salah kepada kita, kita merasa kesal sehingga emosi kita tak terkendali, kita tidak bisa bersifat lembut dan cenderung bersifat kasar.

Dari sahabat Anas radhiallahu'anhu, ada seorang Arab Badui yang kencing di salah satu bagian masjid. Para sahabat pun membentak dan memarahinya. Melihat kejadian itu Rasulullah melarang para sahabat berbuat seperti itu. Setelah orang tersebut menyelesaikan kencingnya, Nabi meminta satu ember berisi air lalu menyiramnya pada bagian yang terkena kencing tadi. Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bahwa Rasulullah bersabda kepada Badui tersebut, "Sesungguhnya masjid tidaklah layak untuk dikencingi atau dikenai kotoran. Masjid itu hanyalah untuk mengingat Allah, melaksanakan salat dan membaca Alquran."

Rasul selalu memberikan pujian dan motivasi. Pujian dan motivasi bertujuan untuk memacu semangat dan yang lain untuk bersaing secara sehat. Sebuah pujian dikatakan sehat jika dilakukan tidak mengada ada sehingga orang yang dipuji pun tidak akan terlena. Sewajarnya saja, sehingga apa yang diharapkan dengan pujian tersebut dapat mengenai sasaran.    

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Ibnu Umar, Nabi bersabda, "Sebaik baik orang adalah Abdulah bin Umar seandainya ia rajin salat malam." Bagaimana dampak pujian Nabi terhadap diri Umar, salah seorang murid Ibnu Umar yang bernama Salim mengatakan, sejak saat itu Abdullah bin Umar hanya sedikit tidur di waktu malam.

Dalam mendidik Rasulullah juga bertahap dan memperhatikan kondisi. Anak didik kita belum tentu memiliki derajat pemahaman yang sama. Demikan juga semangat yang mereka miliki. Syariat dari Allah pun diturunkan secara bertahap dan memperhatikan kesiapan manusia untuk menerimanya. Oleh karena itu, yang menjadi prioritas utama dan yang perlu diperhatikan adalah permasalahan tauhid terlebih dahulu. Setelah tauhid tertanam di sanubari, barulah diturunkan hal hal yang wajib dan terlarang.

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Jundub bin Abdillah, beliau mengatakan, "Kami bersama Nabi Saw sedangkan kami masih muda belia. Kami belajar iman baru kemudian belajar Alquran, sesudah kami belajar Alquran maka makin bertambah keimanan kami." Di antara bentuk prinsip bertahap dan memperhatikan keadaan adalah tidak mendahulukan sesuatu yang seharusnya ditunda dan memberikan infomasi kepada orang orang tertentu saja karena mengingat kemampuan pemahaman dan kemashalahatan.

Nabi juga memperpendek kesenjangan antara guru dan murid. Jiwa manusia menyukai sikap rendah hati dan membenci kesombongan. Hilangnya pemisah antara pendidik dan anak didiknya. Faktor penting untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk memacu perkembangan pendidikan. Orang yang memperhatikan perikehidupan Nabi Muhammad akan mendapatkan hal ini dengan jelas. Demikian juga dengan dampaknya.

Anas bin Malik (semoga Allah meridainya) mengatakan Rasulullah Saw adalah orang yang paling kocak. Mar'a binYusuf al Karmi berkata, "Ketahuilah bercanda itu boleh boleh saja asalkan tidak mengandung hal hal yang tercela. Dan tidak bergaul dengan orang orang yang durjana." Akan tetapi canda tersebut hanyalah antara teman dan orang orang yang baik baik. Dalam canda tersebut tidak ada menyakiti, mencela kehormatan (perilaku ) seseorang.

Inilah beberapa metode pendidikan dan pengajaran yang Nabi terapkan yang memiliki pengaruh sangat besar dalam pembentukan kepribadian seseorang. Para sahabat adalah bukti tak terbantahkan dari keberhasilan metode yang digunakan. Sebagai umat Islam, khususnya kita sebagai guru yang sehari hari bergaul dengan anak anak di sekolah, sudah sepatutnya kita untuk meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. (*)

ATEP HASAN SUKARNA
Kepala TK Al Furqan Pacet Kabupaten Bandung

Editor :
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

alhamdulillah, jazakallahu khoiron katsiro

Komentar Oleh: hilman | Kamis, 20 Mei 2010 | 09:16 WIB

Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
TUKAR RANTANG
Galeri Foto
TUKAR RANTANG
more on galeri foto
Minggu, 5 September 2010 | 20:38 WIB
Senin, 30 Agustus 2010 | 22:10 WIB
Senin, 23 Agustus 2010 | 20:27 WIB
Kamis, 19 Agustus 2010 | 19:36 WIB
Senin, 16 Agustus 2010 | 21:58 WIB