PESHAWAR, TRIBUN — Militer Pakistan, Rabu, mengatakan, seorang pemasok jaket bunuh diri dan alat peledak yang menjalankan jaringan penting antarkota telah tewas dalam bentrokan bersenjata dengan tentara.
”Dua komandan penting teroris bernama Muhammad Tufail alias Abdullah dan Muhammad Iqbal dibunuh oleh pasukan keamanan dalam baku tembak,” demikian pengumuman militer, Selasa malam di Peshawar.
Bentrokan senjata itu terjadi Senin malam di luar kota Peshawar, kata seorang juru bicara militer kepada AFP. Pihak militer mengatakan, Iqbal adalah anggota kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan di wilayah rawan pelanggaran hukum Khyber, yang meliputi jalur utama pasokan tentara NATO yang berperang melawan Taliban di Afganistan, tetangganya. ”Dia adalah pemasok penting jaket bom bunuh diri dan alat-alat peledak ke Islamabad dan kota-kota Pakistan lainnya,” kata pihak militer.
Dia dituduh memasok alat-alat peledak untuk 21 kendaraan bunuh diri ke distrik barat laut Swat di mana Pakistan tahun lalu melancarkan serangan untuk memadamkan pemberontakan Taliban, provinsi barat daya Baluchistan, dan kota-kota lainnya. Pihak militer mengatakan, Tufail alias Abdullah adalah seorang komandan Taliban di distrik barat laut Nowshera. Dia terlibat dalam serangan rudal dan roket serta serangan mobil bunuh diri pada satu masjid militer pada Juni lalu.
Pengeboman menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya 90 orang lainnya setelah sebuah mobil berisi alat peledak ditanam di dinding masjid di kota garnisun Nowshera, yang membuat roboh dinding bangunan itu. Pakistan berada di bawah tekanan berat Amerika Serikat untuk melenyapkan Taliban dan gerilyawan yang berkaitan dengan Al Qaeda, yang menjadi ancaman domestik dan menginfiltrasi Afganistan untuk menyerang pasukan Barat, dalam perang delapan tahun.
Lebih dari 3.000 orang telah tewas dalam serangan bunuh diri dan serangan bom di seluruh Pakistan sejak Juli 2007.(kompas.com)