Home » Jabar Region »
Warga Gunung Guntur Belum Terima Peringatan
Kamis, 4 Maret 2010 | 21:53 WIB
A A A Dibaca 233 kali

GARUT, TRIBUN - Camat, kepala desa dan warga di sekitar Gunung Guntur mengaku belum menerima peringatan terkait adanya peningkatan aktivitas dan status gunung tersebut, baik dari Pemkab Garut maupun pihak Badan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (BPVMBG).

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Garut meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya peringatan BPVMBG bahwa dua gunung yang ada di Garut, yakni Gunung Guntur dan Papandayan kembali aktif dan mungkin meletus.

Subhan (53) warga Kampung Dukuh RT 01/RW 03 Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, misalnya. Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui adanya peringatan dan baru mengetahuinya  melalui media cetak yang ia baca.

"Saya kaget juga mengetahui kabar itu. Hingga saat ini kami belum mendapat informasi maupun pemberitahuan dari desa maupun kecamatan. Tapi kami waspada saja," kata Subhan, Kamis (4/3).

Ia mengatakan meski belum ada tanda-tanda peningkatan aktivitas Gunung Guntur, warga di sekitar kaki gunung itu selalu waspada. Pasalnya, tutur Subhan, sejak tahun 80-an sudah sering muncul isu-isu Gunung Guntur akan meletus.

"Warga di sekitar kaki gunung Guntur dari dulu selalu waspada. Tapi kalau masalah meletus atau tidak, itu urusan Tuhan. Kita hanya bisa ikhtiar," ujar pria berambut putih ini.

Sejumlah warga Kampung Batu Nanceb, Desa Panjiwangi, Kecamatan Tarogong Kaler juga terus dihantui kecemasan. Maklum, pemukiman warga kampung itu hanya berjarak sekitar 2.000 meter dari kaki Gunung Guntur.

Uto (53), salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan warga juga khawatir terhadap banjir dari atas Gunung Guntur setiap kali turun hujan. "Banjir itu biasanya juga membawa material pasir dan batu dari gunung," katanya.

Menurutnya, meski tidak memakan korban jiwa, air bah kiriman dari Gunung Guntur itu merendam pemukiman warga dan merusak areal perkebunan serta kolam ikan milik warga.

Kepala Desa Tarogong Ade Suhartono juga mengakui pihaknya belum pernah menerima peringatan dalam bentuk apapun. "Peringatan yang kami terima hanya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya bencana secara umum," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Camat Tarogong Kaler Mamat Rachmat. Ia bersama unsur Muspika lainnya, Rabu (3/3) memang sempat melakukan pemantauan ke Pos Pengamatan Gunung Guntur. Namun, ujarnya, kunjungan itu spontan karena kebetulan lewat ke lokasi pos tersebut. Diperoleh keterangan dari petugas pos, ujarnya, peningkatan aktivitas Gunung Guntur memang di bawah standar dan hanya berlangsung sehari.

Terpisah, Bupati Garut Aceng HM Fikri melalui Kabag Informatika Setda Pemkab Garut Dikdik Hendrajaya menghimbau warga Garut terutama yang yang berdekatan dengan Gunung Guntur untuk tetap tenang. "Kami imbau pada warga untuk tidak panik dan termakan isu-isu yang menyesatkan terkait keberadaan Gunung Guntur. Hingga saat ini statusnya masih normal dan tidak ada peningkatan aktivitas," ujarnya.

Diakui bupati, Kamis (4/3) dirinya telah menghubungi BPVMBG untuk menanyakan secara langsung status Gunung Guntur. Menurutnya, jawaban dari pihak BPVMBG ternyata hingga saat ini status Gunung Guntur masih tergolong normal.

Pemantauan yang dilakukan petugas dari Pos Pengamatan Gunung Guntur yang terletak di Kampung Cukangkawung, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler menyebutkan saat ini aktivitas Gunung Guntur masih berada pada status normal.

Aam, salah seorang petugas di pos tersebut, mengungkapkan dari hasil pengamatan yang dilakukan petugas di lapangan, gempa vulkanik memang menunjukan adanya peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Namun dari pengamatan visual selama sebulan ini, jelasnya, tidak menunjukkan adanya perubahan mencolok.

"Meski sempat terjadi peningkatan gempa vulkanik dibanding bulan sebelumnya, tapi pengamatan visual tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan. Statusnya masih aman," ujar Aam saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Guntur, kemarin.

Pemantauan itu dilakukan dengan berbagai cara seperti menggunakan seismograf dan pengukuran suhu air panas di kawasan Cipanas Garut. "Dari pengukuran suhu air di kawasan wisata Cipanas pun hingga saat ini tidak ada peningkatan suhu air yang berarti," tambahnya. (zam)

 

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
TUKAR RANTANG
Galeri Foto
TUKAR RANTANG
more on galeri foto
Jumat, 10 September 2010 | 00:45 WIB
Kamis, 9 September 2010 | 22:45 WIB
Kamis, 9 September 2010 | 17:39 WIB
Kamis, 9 September 2010 | 16:52 WIB
Kamis, 9 September 2010 | 16:37 WIB