BANDUNG, TRIBUN- Dua anggota perhimpunan penempuh rimba atau Wanadri, Denny Prasetia (20) dan Ariady Fallah (22), tewas setelah disambar petir di puncak Gunung Sunda, Subang, Sabtu (6/3) sekitar pukul 17.00. Namun, enam anggota regu lainnya berhasil selamat.
Menurut salah seorang anggota Wanadri, Rahmat Nurhidayat, dua anggota yang terkena petir itu termasuk tim ekspedisi yang hendak melakukan pendataan bagi medan latihan Wanadri. Tim itu terbagi dalam empat regu, masing-masing beranggotakan empat orang yang berangkat pada Jumat (5/3) pagi.
"Mereka sampai di puncak Gunung Sunda pada pukul 16.00, tetapi baru Regu 2 dan Regu 3," ujarnya saat ditemui di Sekretariat Wanadri di Jalan Aceh, Bandung, Minggu (7/3). Karena berpisah, Denny dan Ariady langsung berinisiatif menggunakan radio untuk berkomunikasi dengan Regu 1 dan 4.
Mereka pun menunggu di puncak gunung. Saat itu cuaca sedikit mendung dan kabut sudah menutup pandangan. Sekitar pukul 16.40, turun hujan lebat. Melihat indikasi cuaca buruk, Denny dan Ariady hendak mematikan radio agar tidak tersambar petir, sedangkan sebagian lainnya sedang makan dan salat.
Pada saat itulah, petir langsung menyambar radio dan melemparkan Denny dan Ariady, serta enam teman lainnya. Kejadian itu begitu cepat. Setelah terpental, lima anggota tim lainnya, yaitu Nisa, Lili, Yuri, Abung, dan Rizki, merangkak menuju pondokan kecil yang terletak tidak jauh. Namun, tiga lainnya, yaitu Ariary, Denny, dan Oki tidak terlihat.
Beberapa saat kemudian, Oki selamat dan terlihat menuju pondokan dengan kaki yang terluka. Yuri pun mencoba mencari dua temannya lagi di sekitar radio. Ia melihat Denny dalam posisi duduk dan tidak bergerak, sedangkan Ariady dalam posisi terjungkal dan juga tidak bergerak.
"Yuri memeriksa denyut nadi Denny sekitar pukul 17.30. Tapi sudah tidak ada. Begitu juga denyut nadi Ariady," lanjut Rahmat. Korban yang selamat langsung menghubungi pihak Wanadri, dan mematikan ponsel karena takut akan memicu petir. Tim evakuasi menuju puncak dan sampai sekitar pukul 01.00. (zz)
saya berterimakasih pada tuhan karena pernah mengijinkan saya kenal ariady karenanya hidup saya mnjadi lebih baik selamat jalan teman.,semoga tuhan berikan tempat terbaik untuk mu.,
Turut berduka cita... selalu ada ancaman bahaya mengintip. dan kadang-kadang luput dari kemampuan menghindarinya !!!