GARUT, TRIBUN - Pascaterbakarnya Pasar Pameungpeuk, Garut, wakil Bupati Garut Dicky Chandra menegaskan Pemkab Garut akan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat segera membangun kembali pasar Pamengpeuk. Hal itu, kata Dicky, dilakukan untuk menghindari dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Garut selatan, khususnya Pameungpeuk dan sekitarnya.
Untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat terbakarnya Pasar Pameungpeuk, kata Dicky, Pemkab Garut dalam waktu dekat berencana akan kembali membangun pasar ini. Namun kemungkinan besar, lanjut dia, Pemkab akan mengupayakan pembangunan kios-kios darurat.
Menurut Dicky, Pasar Pameungpeuk merupakan pasar terbesar yang menyuplai kebutuhan warga di beberapa kecamatan di wilayah Garut selatan seperti Cikelet, Cibalong, Cisompet, dan Mekarmukti. Jika Pasar Pameungpeuk tidak segera dibangun, lanjut Dicky, hal tersebut dapat berdampak besar bagi masyarakat di Garut selatan.
"Saya tidak bisa menyebut berapa persen ancaman ekonomi. Yang pasti dampak ekonominya terlalu besar jika tidak ditangani secara serius oleh Pemkab Garut. Makanya kita akan berupaya membangun kembali pasar ini," kata Dicky saat mengunjungi pasar Pamengpeuk, tadi siang.
Untuk membangun pasar ini, rencananya menurut Dicky, Pemkab Garut akan mengupayakan penggunaan pos anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) di APBD tahun 2010 ini. Namun, kata dia, anggran tersebut hanya cukup digunakan untuk melakukan upaya tanggap darurat pembangunan pasar Pameungpeuk. (zam)