Home » Lifestyle » Kuliner »
Variasi Nasi Goreng Makin Menggoda Selera
Senin, 8 Maret 2010 | 21:49 WIB
A A A Dibaca 691 kali
NASI GORENG
TRIBUN JABAR/RICKY REYNALD YULMAN
NASI GORENG –

MENU nasi goreng tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Terlebih buat mereka yang terbilang rutin melakukan hunting makan malam bersama keluarga maupun rekan bisnis.

Orang-orang takkan pernah sulit mendapatkan nasi goreng di seputar Bandung. Sebab menu yang satu ini selalu ada di restoran hotel-hotel berbintang, kafe, warung kaki lima hingga para penjual nasi goreng keliling.

Berdasarkan bumbu dan campuran sumber protein, diperkirakan variasi rasa nasi goreng kini sudah mencapai puluhan jenis. Sous Chef Hotel Savoy Homann, Rusiadi, yakin jumlah variasi nasi goreng di Bandung termasuk paling banyak bila dibanding daerah-daerah lain di Indonesia.

Beberapa yang cukup disukai masyarakat yaitu nasi goreng kampung. Biasanya menggunakan daging, ati, dan ampela ayam. Kemudian nasi goreng kambing, nasi goreng buntut bakar, nasi goreng Chinese, dan nasi goreng ikan asin.

"Masing-masing jenis nasi goreng memiliki rasa khas karena bumbu yang dipakai agak berbeda. Meski bumbu dasar seperti bawang merah dan bawang putih tetap dipakai. Pada nasi goreng buntut, selain bumbu dasar dicampur kunyit giling yang beraroma kuat," ungkap Rusiadi di sela kegiatan promo food Aneka Nasi Goreng, Kamis (4/3).

Sedangkan nasi goreng Chinese, aroma dan rasa bawang putihnya cukup dominan, warnanya agak pucat karena tidak memakai kecap kental manis seperti nasi goreng pada umumnya. Nasi goreng khas Chinese biasanya memakai campuran berupa irisan daging udang atau cumi. Buat memberi rasa segar menu ini disajikan bersama acar wortel, ketimun, dan cabe hijau.

Namun bila ditelusuri, pengembangan variasi rasa nasi goreng ternyata tidak sebatas dilakukan para juru masak profesional. Beberapa keluarga bahkan punya resep andalan nasi goreng masing-masing.

"Awalnya, aku buat nasi goreng bumbu cikur karena agak bosan dengan rasa nasi goreng yang selama ini ada. Iseng aja aku dan saudara-saudara ngulik-ngulik sendiri resepnya. Ditambah lagi tahu dan sayuran. Ternyata semua anggota keluarga suka," ujar Ny Tias (37) seorang pengusaha busana muslim.

Ada juga keluarga Ny Titin (28) yang membuat nasi goreng tahu yang tampilannya agak pucat mirip nasi goreng Chinese. Bedanya Titin tidak memakai campuran seafood tetapi tahu kuning sebagai sumber protein.

"Resepnya nggak sengaja. Waktu itu malam-malam saya dan suami lapar, tapi malas keluar rumah. Mau bikin nasi goreng, nasinya kurang. Jadi nasinya kita tambah tahu kuning, sawi putih, dan irisan cabe rawit merah. Nggak disangka rasanya mantap," ujar Titin sambil mengacungkan ibu jari tangan kanannya. (rry)
 

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
TERPAKSA DI TOILET
Galeri Foto
TERPAKSA DI TOILET
more on galeri foto
Senin, 6 September 2010 | 22:31 WIB
Senin, 6 September 2010 | 22:30 WIB
Jumat, 3 September 2010 | 22:16 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 | 22:53 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 | 11:54 WIB