MESKI bentuknya soal-soal ujian, namun siswa-siswa ternyata memilih materi soal diberikan dalam bentuk manual atau pakai kertas ujian biasa daripada ujian melalui sistem online atau komputerize. Hal ini disampaikan siswa-siswa SMA Negeri 4 Jalan Gardujati yang mengikuti ujicoba Ujian Nasional secara online di sekolahnya, Kamis (11/3).
Iman Sulaeman, siswa kelas 12 IPA 2, salah satu siswa yang memilih ujian manual daripada online. Menurut Iman, bukan karena soal yang diujikan secara online lebih sulit, namun lebih dikarenakan ujian secara online dituntut kecepatan.
"Satu soal kita hanya diberi waktu antara 2 sampai 3 menit. Setelah itu, kalau tidak bisa dikerjakan yah lewat saja, karena soal tidak bisa dilihat ulang. Kita harus mengerjakan soal selanjutnya," terang Iman.
Sementara, lanjut Iman, bila mengerjakan soal ujian secara manual, soal yang belum bisa terjawab masih bisa dilihat atau dikerjakan bila soal lainnya sudah dikerjakan. Meski begitu, kata Iman, ujian online bisa melatih siswa untuk lebih siap bila nantinya sistem pembelajaran di sekolah-sekolah sudah menggunakan sistem online. "Zaman kan semakin maju, ke depannya mungkin kita tidak lagi pakai buku atau kertas tapi semua serba komputer. Ujian juga begitu, jadi adanya ujicoba UN online ini juga melatih kita untuk siap memasuki dunia teknologi," kata siswa yang berhasil mengerjakan 24 soal Matematika dan mendapat nilai atau skor 71 dan masuk kategori A dari ujicoba UN online ini.
Hal serupa juga diungkapkan Andini, siswi kelas 12 IPA 4. Dari ujicoba UN online, Andini mengaku hanya bisa mengerjakan 12 soal dengan nilai 54 dan masuk kategori B. Meski ia cukup merasa puas dengan hasil yang didapat, namun Andini memilih UN dilakukan secara manual daripada online.
"Tadi ada dua soal yang belum terjawab dan harus dilewat, mau dikerjakan lagi ngga bisa. Ngga enak saja, kita sudah capai-capai ngerjain soal di kertas coret-coretan, eh pas tahu hasilnya, soalnya sudah diganti," katanya.
SMA Negeri 4 Bandung terpilih sebagai SMA di Jawa Barat untuk dilakukan ujicoba UN online atau metode Computerizet Adaptive Testing (CAT) yang digelar oleh Puspendik Kementrian Departemen Pendidikan Nasional.
Menurut Koordinator Pelaksanaan Ujicoba UN Online Propinsi Jawa Barat, Mitra Atensi, Puspendik telah 3 tahun mengembangkan ujian atau tes berbasis komputer secara online dengan menggunakan CAT. Dan tahun ini, Puspendik melakukan ujicoba UN online di 20 propinsi.
"Dan untuk hari ini, dua propinsi yakni Palangkaraya dan Jawa Barat yang melakukan ujicoba UN online ini. Dan SMA negeri 4 kita pilih, karena memang secara infrastruktur, SMAN 4 memiliki server yang memadai untuk dilakukan metode ini," jelas Mitra.
Tujuan dilakukan ujicoba ini, kata Mitra, jangka panjangnya setiap sekolah nantinya akan menggunakan teknologi dalam sistem pembelajarannya. Dan ujicoba UN online ini mengenalkan serta melatih siswa dengan metode CAT ini. Sedangkan tujuan jangka pendek, sebagai tes Toefl bagi siswa.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung, Cucu Saputra mengaku bangga sekolahnya terpilih sebagai sekolah yang bisa melaksanakan ujicoba UN online di Jawa Barat.
Sebanyak 40 siswa SMAN 4 melakukan ujicoba UN online mata pelajaran Matematika dengan menggunakan laptop. Siswa harus mengerjakan soal-soal satu persatu yang diberikan secara online. Soal berbentuk multiple choise ini harus dikerjakan oleh siswa dalam waktu 2-3 menit setiap soalnya. Siswa juga diberikan kertas untuk corat coret sebelum menetapkan pilihan jawaban pada soal. (siti fatimah)