JAKARTA, TRIBUN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) betul-betul merasa sangat penting kerjasama yang dibangun dengan Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam pengawasan pemilu di Indonesia. Seperti yang diutarakan oleh Ketua Bawaslu, Nurhidayat Sardini dalam acara penandatanganan kerjasama dengan Komnas HAM di kantor Bawaslu Jakarta Jumat (12/3/2010).
"Penting sekali kerjasama (dengan Komnas HAM) ini. Bayangkan saja, pada pemilu 2009 ada panwaslu yang sampai dibunuh di Papua. Pada siapa lagi kami harus mengadu selain pada Komnas HAM," jelas Nurhidayat pada tribunnews.
Menurut Nurhidayat suksesnya pemilu berarti kemajuan bangsa Indonesia semakin terjamin. Kemajuan bangsa itu didapat karena mempunyai pemerintahan yang baik hasil dari pemilu yang sukses. Dan pemilu yang sukses terjadi karena pengawasannya yang baik.
"Dan pengawasan yang berkualitas adalah tanggung awab kami. Sekarang bagaimana kami bisa meningkatkan kualitas bkerja jika untuk bekerja saja kami sudah diintimidasi oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan masing-masing. Disinilah titik utama peran Komnas HAM selain menjamin hak rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sesuai hati terjamin," papar Nurhidayat lagi.
Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim menyatakan komitmennya untuk membantu Bawaslu untuk menyukseskan pemilukada di tanah air. "Kami jamin, kami akan membantu Bawaslu semaksimal mungkin. Karena kami tahu tugas Bawaslu itu mulia, untuk ikut memajukan bangsa lewat penyelenggaraan pemilu dan pemilukada yang berkualitas," seru Ifdhal pada tribunnews. (tribunnews.com)