NAGREG, TRIBUN - Keluarga belum bisa melihat jenazah Enceng Kurnia, tersangka teroris yang ditembak polisi di Aceh beberapa waktu lalu. Menurut kakaknya, Edi Hendriat, mereka masih bertahan di Mabes Polri yang meminta kelengkapan identitas akurat Enceng beserta keluarga.
"Belum, kami belum bisa melihat jenazahnya," kata Edi saat dihubungi wartawan, Minggu (13/3) malam.
Hal itu diperkuat pernyataan Kades Ciaro, Wawan Hermawan, yang juga mengaku mendapat pesan singkat dari Edi seraya meminta bantuan data kelengkapan identitas Enceng.
"Kemarin identitas lengkap dari KTP hingga Kartu Keluarga telah diminta pihak Balai Permasyarakatan (Bapas). Jadi kami harus mencetak ulang data-data itu. Tapi saya masih menunggu data seluruh identitas lainnya yang masih diperlukan," kata Wawan.
Dikatakan, pihak keluarga sudah percaya Enceng terkait kasus teroris mengingat kasus serupa yang pernah trejadi. Meski demikian, katanya, pihak keluarga Enceng tetap ingin memastikan dengan melihat jenazahnya.
"Belum ada kejelasan tentang pelaksanaan tes DNA. Yang jelas, mereka masih berusaha melengkapi identitas dan kami akan membantunya," tandas wawan.
Azmi (5), putra bungsu Enceng Kurnia, yang tinggal bersama keluarga ayahnya, berangkat ke Jakarta untuk melakukan rangkaian tes di RS Polri Keramatjati, Jakarta Timur, siang tadi pukul 13.00. Azmi adalah putra ketiga Enceng dari istri pertamanya yang meninggal dunia ketika Enceng ditangkap petugas Densus 88 di kampung yang sama akibat terkait kasus terorisme.
Bersama Azmi pergi juga Idi alias Ojah (ayah Enceng), Edi Hendriat (kakak), Deti, Cucu (adik), dan Udag (kerabat). (yy)