Home » Metro Bandung »
Mahasiswa ITB Dikeroyok Sopir di Ciumbuleuit
Minggu, 10 Mei 2009 | 11:52 WIB
A A A Dibaca 16375 kali

BANDUNG, TRIBUN-Rudolf Rinaldo (23) dan temannya, Danu Arianto (22) babak belur dikeroyok sejumlah sopir taksi di kawasan Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, dini hari tadi.

Keduanya kini dirawat di RSHS Bandung. Salah seorang korban bahkan sempat pingsan beberapa lama sebelum akhirnya siuman.

Rudolf yang juga alumnus ITB menderita luka pada bagian wajah dekat bibir hingga perlu dijahit sekitar 10 jahitan. Sementara rekannya, Danu yang masih berstatus mahasiswa ITB tingkat akhir menderita luka memar di wajah.

Rudolf, di RSHS, beberapa saat lalu mengatakan, ia dan Danu sedang mengendarai mobil bersama tiga rekan mereka saat peristiwa itu terjadi. Saat itu, kata Rudolf, laju kendaraannya tak terlalu kencang. Tiba-tiba dari arah belakang muncul mobil taksi yang melaju kencang dan menyalipnya.

Merasa tindakan sopir itu membahayakan, Rudolf pun memacu mobilnya untuk mengejar taksi tersebut. Taksi ini akhirnya tersusul dan berhasil dipepet hingga berhenti. Adu mulut antara Rudolf dan sopir taksi pun tak terhindarkan.

Saat itu, kata Rudolf, ia mencabut kunci mobil dari taksi yang dipepetnya, lalu melempar kunci tersebut.

Merasa terdesak, si sopir lalu mengontak rekan-rekannya sesama sopir taksi, yang tak makan waktu lama segera saja berdatangan ke lokasi.

Rudolf mengatakan, tak kurang dari 50 mobil taksi yang saat itu datang. Saat itu suasana kian panas, dan insiden pemukulan pun terjadi.

Keributan mereda setelah beberapa petugas kepolisian datang ke lokasi. Para sopir membubarkan diri. Sementara korban dibawa ke RSHS.

Kepala UGD RSHS Bandung, dr Tri, mengatakan, kedua korban mengalami luka ringan pada bagian wajah.

"Pasien Rudolf sudah kami perbolehkan pulang, sementara Danu masih harus kami observasi," ujarnya.(dia)

 

Editor :
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 19 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Mun ukur omongan hungkul mah naha dilawan ku rempugan? inget nya supir taksi teh nawarkeun jasa, lain jasa ngagebugan batur, proses we di BAP kabeh pelakuna, pangalaman diajak gelut di imah sorangan ku supir taksi, pedah manehna ngahalangan nu boga imah rek asup, ulah abong aya beking aparat, da aparat ge mun salah mah rumasa.

Komentar Oleh: usep | Rabu, 25 Agustus 2010 | 00:44 WIB

Ceuk emang duanana ge salah, ari mahasiswa asa rasa maneh bener teuing make ngalungkeun konci, ari supir taksi saruana geus nyalip terus make neunggeulan sagala,urang silih hampura we alusna mah.kitu tah ceuk emang mah..

Komentar Oleh: Udje | Senin, 23 Agustus 2010 | 20:59 WIB

nya kdg2 replek lamun disalip sok hyg molototnya..naha?

Komentar Oleh: uink tea | Rabu, 18 Agustus 2010 | 15:04 WIB

wah, dua2 na teu baleg! terkdang emosi anak muda mmuncak(panas lah, mbil na eleh ku taxsi)..

Komentar Oleh: asep | Selasa, 10 Agustus 2010 | 00:03 WIB

@denni & abah abag...leres pisan kudu silih nahan... mun tepi ka ampir2an mah teu kudu kuat ka turun tuluy ribut, ku poporongot hungkul ge geus cukup, mun kitu enya beunang karak turun...supir taxina teu baleg&teu;tau diri mawa mobilna jeung wanina maen rempugan, kitu oge eta alumni&mahasiswa;teh ulah ngarasa pang aingna, pan maraneh teh dididik dina institusi terpercaya... Bandung mah lain tempat keur lugag-legeg, patantang-patenteng ngajarago..waduk angsa lah nu kararitu mah...

Komentar Oleh: KangKurdi | Rabu, 7 Juli 2010 | 16:14 WIB

Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
MEMBAHAYAKAN
Galeri Foto
MEMBAHAYAKAN
more on galeri foto
Kamis, 2 September 2010 | 19:21 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 19:14 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 18:21 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 18:19 WIB
Kamis, 2 September 2010 | 18:17 WIB